Rekayasa Perangkat Lunak di SMKN 13 Bandung mengajarkan cara membangun aplikasi web dan mobile dari nol: merancang, menulis kode, menguji, lalu merilisnya. Lulus dengan portofolio, bukan cuma ijazah.
// Program pertama yang kamu tulis di RPL const siswa = { nama: "calon anak RPL", angkatan: "2027" }; function sapa(orang) { return `Halo, ${orang.nama}!`; } console.log(sapa(siswa));
Bukan cuma mengetik kode. Kamu belajar membaca kebutuhan orang, menerjemahkannya jadi rancangan, lalu membangunnya sampai benar-benar jalan dan bisa dipakai.
Menggali kebutuhan pengguna, membuat alur aplikasi, mendesain antarmuka dan struktur basis data sebelum satu baris kode ditulis.
Menulis program web dan mobile dengan bahasa yang dipakai industri, mengelola kode bersama tim lewat Git, dan menghubungkannya ke server.
Mencari bug sebelum pengguna menemukannya, memperbaiki, lalu menerbitkan aplikasi supaya bisa diakses siapa saja.
Materi disusun bertahap. Tahun pertama membangun dasar, tahun kedua masuk proyek nyata, tahun ketiga terjun ke industri dan uji kompetensi.
Membiasakan diri berpikir logis dan mengenal alat kerja seorang programmer.
Membangun aplikasi utuh berkelompok, dari basis data sampai antarmuka.
Bekerja di perusahaan lewat PKL, lalu menutup dengan karya dan sertifikasi.
Teknologi yang kamu pegang selama sekolah
Sebagian besar jam pelajaran RPL dihabiskan di lab. Satu siswa satu komputer, dengan koneksi dan perangkat lunak yang sama seperti yang dipakai di kantor pengembang.
Lulusan RPL bisa langsung bekerja dengan bekal portofolio, membuka jasa sendiri, atau melanjutkan ke perguruan tinggi di rumpun yang sama.
Membangun situs dan sistem informasi untuk perusahaan atau instansi.
Mengembangkan aplikasi Android dan iOS untuk pengguna sehari-hari.
Menguji perangkat lunak dan memastikan tidak ada cacat sebelum rilis.
Merancang tampilan dan alur aplikasi supaya nyaman dipakai.
Menerima proyek sendiri atau membangun produk digital bersama teman.
Teknik Informatika, Sistem Informasi, Rekayasa Perangkat Lunak, dan sejenisnya.
Tidak. Sebagian besar siswa mulai dari nol di kelas X. Yang lebih menentukan adalah ketekunan dan kemauan mencoba ulang ketika program belum jalan.
Matematika membantu, terutama untuk logika dan algoritma, tapi bukan syarat mutlak. Yang dilatih adalah cara berpikir runtut memecah masalah besar jadi langkah kecil.
Sekolah menyediakan komputer di lab untuk jam praktik. Laptop pribadi memudahkan mengerjakan proyek di rumah, tapi bisa dibicarakan dengan wali kelas jika terkendala.
Cocok. Pekerjaan di bidang perangkat lunak dinilai dari hasil kerja, dan banyak posisi seperti desain antarmuka, pengujian, serta analisis sistem yang terbuka untuk siapa saja.
Bisa. Selama tiga tahun kamu mengumpulkan portofolio proyek, menjalani PKL di perusahaan, dan mengikuti uji kompetensi keahlian sebagai bekal melamar kerja.
Pendaftaran peserta didik baru dibuka mengikuti jadwal resmi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Hubungi kami untuk informasi jalur pendaftaran, kuota, dan kunjungan ke lab RPL.
Hubungi panitia penerimaan